Asal Muasal Nama Warung Tegal yang Fenomenal

asal muasal nama warung tegal yang fenomenal

Asal Muasal Nama Warung Tegal yang Fenomenal

 

Artikel ini memberikan tulisan untuk Anda gambaran kilas – balik Asal Muasal Nama Warung Tegal yang Fenomenal, warung yang bermula dari kaki lima dan menjadi fenomenal yaitu warung tegal.

Tahun 1948 an Warung Tegal di Jakarta

Kalangan kelas menengah ke bawah biasanya disebut warung makan atau kedai makan atau warung tradisional. Ciri khas warung adalah tempat makan dengan ruang dan perabot sederhana (Ayodya, 2007).

Ternyata munculnya warung tegal di Jakarta, sejak tahun 1948-an, nyata dan menandakan awal pedagang nasi yang berasal dari Daerah Tegal, Warung Tegal tertua di Jakarta adalah Warung Tegal Pak Warno di dekat Lapangan Udara Kemayoran saat itu, yang berdiri Tahun 1948, dengan ukuran   3 x 4 meter persegi (Putra, 2012).

Warung Tegal  terkenal enak dan murah meriah harganya, awalnya mereka menempati areal pedagang kaki lima, seiring berjalannya waktu tahun demi tahun dan eksistensinya semakin ajeg atau kokoh, serta tidak punah termakan zaman bahkan para pelanggan semakin bertambah banyak karena pelanggan sudah familiar dengan warung tegal.

Baca juga:

Ternyata Ini Tokoh kuliner Indonesia Penggagas Warung Tegal!

 

Perubahan Ukuran Warung

Banyak berubah ukurannya lebih besar (seukuran rumah) saat ini, bisa untuk anggota/crew warung tegal menginap di warung atau ditempat yang lengkap dan tersedia kamar-kamar bisa dikatakan rumah warung tegal atau rumah makan karena sudah bukan ukuran 3 x 4 meter pesegi sebab sudah lebih baik atau besar dari segi ukuran.

Fenomena Bermigrasi ke Ibu Kota

Saat itu terjadi fenomena perpindahan Ibu Kota Indonesia dari Yogyakarta ke Jakarta, kemudian banyak masalah dan bentrokkan/pembrontakkan PKI (1948) saat perpindahan tersebut sehingga orang-orang dari Jawa Tengah banyak yang bermigrasi ke Jakarta, berbarengan juga pada tahun yang sama program pembangunan besar-besaran di Jakarta dicanangkan oleh Presiden Soekarno saat itu yang juga seorang insinyur atau arsitek.

Nama Warung Tegal

Asal Muasal Nama Warung Tegal yang Fenomenal ini juga terjadi urbanisasi, orang-orang dari Jawa Tengah ini pindah ke Jakarta karena banyak pembangunan di Jakarta dan sekitarnya dan proyek pembangunan juga dilakukan dari sebagai kota kolonial ke Kota Nasional.

Pembangunan Proyek Jakarta Raya

Kemudian dengan pembangunan Jakarta Raya yang sejajar dengan  Kota-kota di dunia, seperti pembangunan Monas, Jembatan Semanggi, Tugu Pembebasan Irian, Patung Pancoran dan akses pelebaran jalan di gang-gang yang dikenal Proyek MHT (Mochammad Husni Thamrin nama seorang Pahlawan Nasional asal Jakarta).

Warung tegal inilah yang membantu buruh dan tukang becak pada saat itu mendapatkan makanan dengan mudah, cepat dan murah. Ujar Fadly Rahman, sejarawan makanan menjelaskan bahwa mayoritas orang Tegal yang merantau adalah pekerja kasar sebagai kuli bangunan dan pengemudi becak serta beberapa Ojek Sepeda. Mereka kemudian membawa serta istri dan keluarga ke Jakarta.

Blue Collar dari Daerah Tegal Mendominasi

Awalnya makanan ini hanya untuk kalangan blue collar atau pekerja kasar yang tidak mempunyai keterampilan khusus (Kuli bangunan/pengemudi becak/pengemudi ojek sepeda). “Waktu itu, mereka mengajak serta Istri, kemudian istri-istri ini jual makanan di warung, yang lama kelamaan proyek pembangunan marak juga warung nasi selalu menempel pada proyek pembangunan tersebut itulah asal muasal nama warung tegal yang fenomenal dan memang untuk kalangan blue collar yah pada saat itu, ….yah….okay Bro….heheheee….yang berpenghasilan ekonomi sedang – minim.

Pembangunan Jakarta menyedot perhatian orang-orang Tegal dan membuat mereka memutuskan untuk mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta untuk menjadi kuli bangunan dan pengemudi becak serta ojek sepeda. Kondisi ini mencetuskan ide dan dimanfaatkan para warga Tegal yang ada di ibu kota untuk menghadirkan makanan dengan harga yang terjangkau bagi kaum blue collar tersebut.

Pada pembangunan inilah, para blue collar perlu makan karena banyak proyek besar dan dengan tempat-tempat yang berbeda ini muncul. Warung-warung ini mayoritas pedagangnya berasal dari Tegal. Saat itu yang mengelola dan memasak para Istri (mencoba untuk berbisnis kuliner) kuli bangunan. Tempat berjualan biasanya di pojok lokasi proyek berukuran 3 x 4 meter persegi.

Nasi Ponggol Menu Primadona

Pada awalnya sejumlah istri kuli bangunan mencoba yang menjual nasi dan menu yang disajikan umumnya bersifat sederhana serta cepat saji seperti nasi ponggol khas Tegal, rujak pecel kangkung persis seperti di kampung dengan variasi menu seperti indomie rebus dan gorengan pisang serta singkong  juga nasi goreng.

Nasi ponggol merupakan hidangan makanan nasi putih dengan lauk makanan sambal tahu dan tempe oreg basah yang dibungkus dengan daun pisang. Menu itu merupakan makanan khas Tegal yang sudah turun temurun dan diperkirakan ada sejak setengah abad yang lalu.

Dari segi harga, nasi ponggol cukup murah meriah, lezat dan mengenyangkan. Maka itu, nasi ponggol menjadi yang disukai para buruh proyek bangunan yang pekerjaannya yang cukup berat dan banyak membuang keringat.

Baca Juga Artikel :

 

Kesimpulan

Akhir judul artikel asal muasal nama warung tegal yang fenomenal yang memberikan nama para pelanggan itu sendiri, kemudian oleh pemilik warung ditambahkan nama seperti warung tegal rizky, warung tegal Ilahi, warung tegal Ridho Ibu dan lainnya karena membuka di Jakarta Orang-orangnya para crewnya berasal dari Tegal Jawa Tengah.

Inilah asal muasal nama warung tegal yang fenomenal, warung yang memberikan corak sejarah Kuliner Nusantara, keberadaan pada saat ini ada di seluruh Indonesia dan Manca Negara.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *